10 March, 2012

Kajian Buku : Jangan Bersedih


Pengarang  : Dr Aidh Bin Abdullah Al Qarni
Tajuk  : Jangan Bersedih : Setelah kesulitan pasti ada kemudahan
Penterjemah  : Noraine Abu
Penerbit : Al Hidayah Publications
Harga  : RM 35
Anugerah  : Buku Terlaris di Timur Tengah, Asia Tenggara
Nama Lain  : La Tahzan / Don't Be Sad/ Jangan Bersedih
Sinopsi Buku  : 
Buku La Tahzan yang ditulis oleh seorang ulama besar Dr. ‘Aidh al-Qarni ini sarat dengan petunjuk-petunjuk hidup yang penuh dengan nuansa rabbani tanpa mengesampingkan sisi-sisi duniawi. La Tahzan menjadi kata kunci untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, yang tidak dirisaukan oleh masa lalu dan tidak dicemaskan oleh masa depan.
 Bayangkan ketika anda dilanda kegusaran, dihantui kegelisahan malah sesak nafas kerana didera oleh pelbagai permasalahan yang menghantui hidup, cukuplah berkata dengan suara yang lantang, JANGAN BERSEDIH. Namun apakah cukup dengan itu? Adakah ia akan mengeluarkan anda dari segala masalah yang menimpa? Sebagai saranan yang baik, anda harus membaca buku ini, LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH).Karangan seorang doctor dalam bidang hafiz (hafalan hadith) ini sehingga tahun 2004 bukutelah diulang cetak sehingga cetakan ke 11. Sememangnya Dr. Aidh Al- Qarni cuba untuk membawa kelainan dalam penulisan buku yang bertemakan motivasi yang ada di pasaran. Tidak hairanlah ia bertahan sebagai buku yang terlaris selama dua tahun di dunia Arab.
Kelainan buku ini terletak pada pengisiannya yang bersumberkan aspek ketuhanan (rabbani) tanpa mengabaikan sisi kehidupan dunia. Malah kita diajak untuk melihat sisi dunia dengan kacamata yang seimbang. Cubalah anda bandingkan buku ini dengan buku yang sangat berpengaruh dan pernah menjadi best seller, misalnya,The Seven Habbit of Higly Effective,anda akan mendapati ia akan memandu kita untuk menjadi bahagia di dunia semata-mata dan meninggalkan kepentingan akhirat. Tambahan pula tiada pengisian kerohanian yang diberikan. Disinilah, orang-orang yang beriman memerlukan sentuhan kerohanian yang akan memberi input mengenai soal ketuhanan. Inilah perbezaan besar antara buku-buku motivasi karanagan penulis barat dengan buku LA Tahzan ini.
 Buku Laa Tahzaan (Jangan Bersedih/Don’t Be Sad) yang ditulis oleh DR. Aidh al-Qorni mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian kaum muslimin. Buku ini katanya mendapatkan label “Best Seller”, namun hal ini tidaklah menunukkan akan kebaikan dan kebenaran buku ini termasuk pengarangnya. Sebetulnya telah beberapa kali kami sampaikan tentang penyimpangan-penyimpangan Salman al-‘Audah, Safar Hawali dan Aidh al-Qorni ini, tapi masih saja ada para pemujanya yang mendustakannya dengan dalih dan alasan yang lebih lemah daripada sarang laba-laba. Semisal ucapan mereka : tunjukkan kepada kami kesalahan.penyimpangan yang terdapat pada buku La Tahzan!!! Dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya. Oleh karenanya pada edisi ini kami mengangkat sebuah rubrik yang mudah-mudahan bisa menerangi hati para pengagum dan fans Aidh al-Qorni, jika memang masih ada cahaya di hatinya.Rubrik “Bersedihlah” ini diambil dari soal jawab dengan Prof. DR. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili, dosen faklutas Usuhuluddin, Universitas Islam Madinah, KSA, pada saat Dauroh Syar’iyyah VI di Kebun Teh Agro-Wisata, Lawang, Malang, yang diselenggarakan oleh Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafi Surabaya. Soal Jawab ini ditranskrip oleh al-Akh ‘Abdul Muhsin dan diterjemahkan oleh al-Ustadz Imam Wahyudi, Lc.(Red.)
 Siri-Siri Buku:

Edisi Malaysia









Edisi Indonesia







Edisi Arab 







Edisi Inggeris & Lain Lain









Reactions:

0 comments :

Post a Comment